https://www.superriau.com/

Gubri Syamsuar Buka Pelatihan Digital Enterpreneurship Academy

Gubri Syamsuar Buka Pelatihan Digital Enterpreneurship Academy

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar membuka kegiatan pelatihan Digital Enterpreneurship Academy (DEA) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Selasa (27/4/2021). 

Pelatihan yang dihelat oleh Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kementerian Komunikasi Informatika (Kemenkominfo) Medan yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Riau ini mengusung tema "Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Digital untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat". 

Dalam sambutannya, Gubri mengucapkan terimakasih kepada BBPSDMP Kemenkominfo Medan yang telah menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha UMKM di Provinsi Riau. 

Melalui pelatihan tersebut, ia berharap sektor perekonomian masyarakat dapat meningkat sehingga dapat menjadi modal untuk terus berusaha dimasa pandemi Covid-19. 

Gubernur Syamsuar melihat sejak wabah Covid-19 melanda dunia pada 2019 lalu telah memberikan dampak besar dalam berbagai kehidupan baik kesehatan maupun perekonomian. Bagi Indonesia sebutnya, damapak disektor perekonomian terlihat dari pertumbuhan yang mengalami koreksi sebesar minus 2,19 persen. 

"Sedangkan bagi Provinsi Riau minus 1,12 persen pada tahun 2020," ujarnya. 

Dikarenakan dampak tersebut, Syamsuar melihat banyak pelaku UMKM yang tutup usaha atau bahkan usahanya berjalan seadanya. 

"Tak hanya itu pandemi ini juga telah menghentikan aktivitas produksi, distribusi dan pemasaran yang sangat merugikan pelaku UMKM," imbuhnya. 

Melalui pelatihan digital tersebut, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Irbar Samekto mengatakan bahwa di era digital saat ini pelaku usaha UMKM dituntut untuk dapat berinteraksi menggunakan infrastruktur digital atau menggunakan cara dan model bisnis berbasis digital. Yang mana transformasi digital menurutnya dapat mendorong proses bisnis untuk berkembang jika dikelola berbasis digital. 

"Ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha untuk menembus pasar dengan memotong jalur distribusi produk hingga konsumen," jelasnya. 

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk paling besar di Asia Tenggara serta didukung dengan bonus demografi, tentunya memiliki potensi besar dalam menguasai pasar-pasar ekonomi digital. 

Di tengah pandemi Covid-19, Irbar menyebutkan bisnis dagang berbasis digital diprediksi tumbuh 33,2 persen dari tahun 2020 yang mencapai Rp253 triliun. Ia mengharapkan di tahun 2021 meningkat menjadi Rp337 triliun. 

Namun perkembangan akses dan infrastruktur digital yang sudah makin luas, ternyata tidak serta merta dapat mendorong pelaku usaha untuk dapat terlibat dalam mengoptimalkan digitalisasi dalam proses bisnis. 

"Untuk melakukan transformasi digital tentunya membutuhkan pengetahuan, keterampilan pelaku usaha dalam merespon perubahan akibat perkembangan teknologi digital, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjalankan usahanya lewat teknologi digital," pungkas Irbar.

Komentar Via Facebook :