Tahan BPKB Mobil Konsumen. Dit Krimum Polda Riau Panggil PT. ACC Finance Pekanbaru

Tahan BPKB Mobil Konsumen. Dit Krimum Polda Riau Panggil PT. ACC Finance Pekanbaru

PEKANBARU. Superriau.com - Terkait permohonan pengambilan BPKB Mobil yang di ajukan oleh konsumen Amos ZG ke PT. Acc Finance cabang Pekambaru sampai saat ini belum ditanggapi oleh pihak management kantor PT. ACC Astra Credit Companies, meski telah melunasi kredit sejak bulan Agustus 2018 yang dimana angsuran selama 48 kali angsuran telah dilunasi oleh konsumen.

Dari penjelasan konsumen Amos ZG kepada awak media Superriau.com Senin ( 05/04/21 ) di Pekanbaru, menjelaskan sedikit kronologis perjanjian awal dengan pihak PT. ACC " Ya, pada saat perjanjian awal saat mengambil Unit mobil merk type DAIHATSU/F-700RG-TX MT dengan Nopol BM. 1844 SH. Pihak perusahaan PT. ACC telah menjelaskan jika konsumen telah melunasi angsuran beserta semua denda yang timbul akibat keterlambatan pembayaran maka BPKB dapat diambil oleh konsumen. Namun pada kenyataan nya konsumen sudah lebih 2 tahun melunasi angsuran. Kami selaku konsumen belum juga mendapatkan hak kami yaitu BPKB sedangkan kewajiban kami sudah kami jalankan. " jelasnya dengan kesal.

" Kami sebagai konsumen sudah tidak percaya lagi dengam lesing kantor PT. Acc ini dari awal mereka mengiming - ngiming dengan prosedur pelayanan yang cepat dan tepat tetapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita pada akhirnya. Kita sudah melaporkan hal ini ke Dit Krimum Polda Riau untuk bisa diproses perusahaan ini secepatnya agar tidak meraja lelah kepada masyarakat atau konsumen lain. " Tegas Amos .

Awak media yang coba konfirmasi kepada pegawai kantor PT. ACC melalui Pak Gunawan menjelaskan jika keputusan itu dari pimpinan PT. CC. " terkait BPKB milik Amos sudah kita sampaikan ke pimpinan dan keputusan kantor, Pak Amos harus ada pengertian untuk membayar sedikit kerugian pihak ACC  yang dimana sebelumnya Pak Amos pernah mengambil Unit mobil lain dan telah dipulangkan dengan baik - baik. Jadi pihak ACC sudah melakukan pelelangan namun tidak sesuai dengan harapan sehingga kantor mengalami kerugian. " Jelas pegawai kantor

Ditanya terkait berita acara dan perjanjian bersama persetujuan Amos ZG tentang hasil lelang kerugian unit mobil sebelumnya. Pihak ACC tidak bisa menunjukannya. " Itu kan kebijakan kantor kita, jadi pak Amos juga haru pengertian dong kepada perusahaan. Kalau itu bukan keputusan saya tapi keputusana pimpinan, namun untuk konsumen jumpa pimpinan tidak bisa saya pastikan berhubung pimpinan sibuk terus. Jadi saya tak bisa lebih maju beekomentar nanti taku salah penyampaian. " jelasnya kepada awak media

Kerugian yang dialami oleh pihak Acc, Amos menyangkal jika hal itu Dia tidak mau tau. " saya tak ada negosiasi tentang kerugian hasil lelang mobil unit lain yang saya ambil. Mobil saya pulangkan dengan baik - baik dan diterima oleh pihak ACC tanpa pernah membicarakan masalah kerugian itu selanjutnya. Jadi kewajiban saya sudah saya jalankan untuk melunasi mobil Terios yang saya ambil dan angsuran sudah lunas. Terkait permasalahan dengan kontrak unit lain tak ad saya mau tau. Saya sekarang minta supaya BPKB sebagai hak saya diserahkan kepada saya. " jelasnya dengan tegas.

Pihak penyidik Dik Krimum Polda Riau yang dikonfirmasi di Ruang Riksa Dik Krimum Polda Riau membenarkan jika Laporan pengaduan Amos Zega sudah diterima dengan terbitnya SP2HP . " Ya. Laporan sudah kita terima dan akan kita panggil secepatnya pihak PT. ACC untuk menyelesaikan permasalah ini, yang penting pak Amos tetap bersabar dan kita tetap bekerja seauai dengan SOP  " Singaktanya

Pantauan SP2HP yang diberikan penyidik Dik Krimum Polda Riau merunjuk LP Amos Zega dan Piterisman di duga tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 372 dan atau 378 KUHPidana.

Salah satu aktifis pengurus Dpc Lsm Penjara Kabupaten Siak Op Zega berharap jika hal ini secepatnya ada kepastian hukumnya. " kita juga berharap kepada penyidik Polda Riau melakukan tindakan pro justiita bila mana pihak perusahaan tidak memiliki itikad baik untuk menjalankan kewajiban, melakukan segala langkah penyelesaian sesuai wewenang yang dimiliki. Jangan pihak kepolisian sebagai abdi negara merasa lambat dalam penanganan kasus seperti ini berhubung laporan pengaduan Amos ZG sudah hampir 8 bulan dimana diterima Tgl. 31 Agustus 2020 dan belum ada kepastian hukumnya. Jika secepatnya tak ada kepastian kita juga akan surati Propam Polda Riau. " Tegasnya

Komentar Via Facebook :