Angsuran Lunas, PT. ACC Pekanbaru Tahan BPKB Mobil Konsumen

Angsuran Lunas, PT. ACC Pekanbaru Tahan BPKB Mobil Konsumen

Doc. Foto pegawai kantor PT. ACC dan keluarga Konsumen serta Foto bawah : persyaratan pengambilan BPKB di PT. ACC

PEKANBARU. Superriau.com - Status kendaraan roda empat Amos ZG, warga Jalan Pertiwi Kampung Ps. Timur Kec. Tualang Kab. Siak kini terkatung - katung. Sebab, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP) mobil yang dibelinya secara kredit melalui perusahaan leasing PT. ACC Astra Credit Companies hingga kini tak jelas ada dimana.

Amos ZG mengatakan pihaknya belum juga menerima BPKB dari PT. ACC Astra Credit Companies meski telah melunasi kredit sejak bulan Agustus 2018. “ Saat saya memutuskan mengkredit mobil tersebut di leasing PT. ACC  dengan masa kontrak kredit selama 4 tahun. Namun, saat melunasi kredit mobil dan meminta BPKB, pihak PT. ACC tidak kunjung memberikannya kepada kami, dengan alasan bagian pelayanan informasi pihak ACC masih bermasalah dengan kontrak unit sebelumnya ” Jelas Amos ZG kepada awak media Superriau.com

Dirinya mengungkapkan, pihak terus menerus menagih PT ACC agar segera menyerahkan BPKB yang secara sah menjadi miliknya. Namun, pihak leasing tersebut selalu mengulur - ulur waktu dengan memberikan janji - janji palsu. " Pihak leasing selalu memberi janji palsu mengenai kejelasan BPKB  ini. Saat pertemuan pertama, mereka mengatakan, BPKB  masih dimeja pimpinan dan harus menunggu persetujuan pimpinan Management. Kemudian seminggu terakhir kemudian saya coba mendatangi lagi, kata mereka BPKB  sedang bermasalah dengan kotrak unit lain yang pernah dipulangkan oleh Amos Zg, namun unit itu dipulangkan dengan baik - baik tanpa masalah apapun dan tanpa kaitan atau perjanjian berupa berita acara yang menunjukan ada kaitan dengan unit lain sehingga dilelang oleh pihak ACC tanpa sepengetahuan dan pemberitahuan pihak Amos ZG. Sampai saat ini sudah dua Tahun, BPKB mobil ini belum juga diserahkan ke saya, dengan alasan berkaitan dengan unit lain. "  jelasnya.

Amos ZG juga telah membuat laporan pengaduan ke Polda Riau terkait kasus penggelapan BPKB Mobilnya. " Kita sudah membuat laporan aduan ke Unit 3 Dit Krimum Polda Riau dan diterima bulan Agustus 2020 dengan hasil pemanggilan keterangan pihak Amos ZG sebanyak dua kali oleh Penyidik. Dan kita masih menunggu hasil berikutnya. Harapan saya kiranya pihak ACC bisa meberikan Hak saya dan Pihak kepolisian juga bisa melakukan segala langkah penyelesaian sesuai wewenang yang dimiliki. " Tegasnya

Hasil konfirmasi awak media ketika mendatangi kantor ACC melalui Petugas Cilexsia Pak Gunawan, menjelskan jika mereka akan berusaha mencari solusi penyelesaian PBKB Mobil Amos ZG. " Ya. Sebenarnya Amos ZG mengerti juga terkait kerugian dari hasil lelang unit pada kontrak sebelumnya karna telah merugikan ACC sekitar 40 Jt. Itu yang kita tunggu - tunggu dari Pihak Amos. " Jelasnya

Ditanya terkait PKB dan Berita acara yang berkaitan dengan BPKB itu dengan unit lain, ia menjelaskan jika itu kebijakan pimpinan. Seharusnya jika ada saling pengertian antara pak Amos dan pimpinan pasti ada solusinya. Kan bisa kita ajukan berapa kesanggupan pak Amos ke pimpinan untuk pengertin Beliau ke Pihak Acc. Tapi lebih jelas nanti kita akan kordinasi lagi ke pihak Legal kita dan akan menghubungi bapak selanjutnya. Ujarnya ke awak media dengan singkat.

Terkait dengan permasalahan Amos ZG pengurus LSM Penjara Kab. Siak sangat menyayangkan sikap PT. ACC dan penyidik Unit Dit Krimum Polda Riau. " itu pak Amos ZG salah satu penasehat kita di Dpc Lsm Penjara Siak, SK Beliau sudah terbit dan Beliau Amos ZG sudah sangat menghargai proses hukum. Kita menduga ada modus tersembunyi dibalik tak diberikannya BPKB kepada konsumen. Bisa saja BPKB tersebut digadaikan oleh pihak leasing. “ Bisa saja digadaikan, hal ini salah satu modus leasing. Jika konsumen tak mengerti betul, maka pihak leasing bisa memanfaatkan situasi tersebut.

Pihaknya pun selaku organisasi Lembaga Swada Masyarakat mengancam akan meneruskan masalah dugaan penggelapan BPKB  konsumen  ke proses hukum yang berlaku apabila tidak ada tanggapan selanjutnya. " kita juga berharap kepada penyidik Polda Riau sebagai abdi negara melakukan tindakan pro justiita bila mana pihak perusahaan tidak memiliki itikad baik untuk menjalankan kewajiban, melakukan segala langkah penyelesaian sesuai wewenang yang dimiliki. Jangan pihak kepolisian sebagai abdi negara merasa lambat dalam penanganan kasus seperti ini berhubung laporan pengaduan Amos ZG sudah hampir 5 Bulan belum ada informasi yang pasti. " Tegasnya

Komentar Via Facebook :