Inilah Keberhasilan Bupati Pelalawan HM. Harris Selama Dua Periode

 Inilah Keberhasilan Bupati Pelalawan HM. Harris Selama Dua Periode

Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau berhasil, mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau untuk meraih 8 kali secara berturut-turut.Mulai tahun 2011. Hal ini di ungkapkan Harris saat usai buka acara Konferensi PWI ke VI. Kamis (26/11/2020).

  Saat wawancara khusus tentang Prestasi yang di raih selama 2 periode,Bupati Harris  mejelaskan, Bupati Harris sudah bekerja keras untuk mendapatkan opini WTP yang pertama kalinya. Bahkan sampai membuat pelatihan khusus kepada instansi yang ada di Pelalawan.
Alhamdulillah, hingga saat ini kita bisa mempertahankan WTP.
Mudah-mudahan dapat dilanjutkan dengan Bupati Pelalawan yang baru, yang nantinya memimpin Kabupaten Pelalawan pada periode 2021 – 2026 terang Bupati.

Bupati HM. Harris, juga mengklaim tingkat kemiskinan dan penganguran turun drastis dengan mengatakan angka persentase yang ada sesuai data. Segudang prestasi di tingkat nasional juga dikatakan, mulai dari berbagai sektor terutama yang terangkum dalam 7 program strategis Kabupaten Pelalawan.
Visi dan Misi dalam sektor, pembangunan Kabupaten Pelalawan Tahun 2016 – 2021 yaitu “Inonasi Menuju Pelalawan Emas Ekonomi Mandiri Aman dan Sejahtera serta inovatif”. Makna dari program strategis itu, adalah pembangunan yang didorong upaya, serta gerakan dan prakarsa inovatif menuju Kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam ekonomi, aman, sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Mandiri dalam ekonomi berarti memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk memberdayakan kemampuan, sumberdaya Daerah.

Sedangkan misi, pembangunan Kabupaten Pelalawan tahun 2016 – 2021 sebagai berikut :
Pertama, Meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul, beriman bertaqwa dan berbudaya melayu. Dua Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta lingkungan. Tiga Meningkatkan penguatan sistem Inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi. Empat Meningkatkan pembangunan infrastruktur. Lima Meningkatkan kinerja birokrasi dan otonomi desa. Enam Meningkatkan investasi dan pengelolaan sumberdaya unggulan daerah berbasis kerakyatan dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan. Tujuh Menciptakan ketertiban dan keamanan.

Bupati HM.Harris mengingat kan kepada siapapun Pemimpin di Kabupaten Pelalawan nantinya. Harris menekankan agar seluruh Satuan Kerja (Satker) bisa mendukung program Pemerintah yang lebih baik, terutama melanjutkan 7 program strategis yang telah dilakukan sebelumnya. Kita butuh team work yang mau bekerja guna mencapai tujuan. Dengan didukung RPJMD yang di buat berorientasi dengan program Pusat.

7 Program strategis ialah : Pelalawan Sehat, masyarakat harus sehat dan pelayanan kesehatan yang baik. Terwujud Puskesmas Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan meraih prestasi akreditasi UTAMA atau bintang empat satu satunya di Provinsi Riau.

Kedua Pelalawan Cerdas untuk meningkatkan IPM dan Peningkatan Sumber daya manusia. Sampai ke membangun kampus perguruan tinggi dikabupaten Pelalawan. AKNP dan ST2P merit perguruan tinggi yang mencetak SDM berkualitas dan sangat dibutuhkan.

Ketiga Pelalawan Terang, meningkatkan elektrifikasi dan membangun PLTMG.

Keempat Pelalawan Lancar dan PPIDK, pembangunan infrastruktur perhubungan serta desa kelurahan.

Kelima Pelalawan Makmur, membangun pertanian , perkebunan untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Keenam Pelalawan Eksotis, Pembangunan kawasan wisata serta promosi daerah . Gelombang bono dari hal yang menakutkan menjadi potensi wisata. Dan menjadi icon wisata Riau.

Ketujuh Pelalawan Inovatif, membangun berbagai inovasi sesuatu potensi daerah.

ini, dibawah kepemimpinan Bupati HM Harris dan Wabup Drs H Zardewan MM serta didukung seluruh perangkatnya terus semakin maju. Kabupaten Pelalawan yang 10 tahun lalu masuk kategori salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia kini sudah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut.Menurut Bupati HM Harris, sebagaimana sering dikemukakannya bahwa upaya-upaya yang Pemkab lakukan untuk keluar dari ketertinggalan tersebut adalah pembenahan pada bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, penyediaan sumber daya listrik, pembangunan infrastruktur perhubungan dan infrastruktur dasar lainnya serta perbaikan sumber perekonomian masyarakat.

Selain itu, lanjut Bupati ,Pemkab Pelalawan juga terus berupaya mengoptimalkan potensi dan sumber daya daerah serta peningkatan daya saing yang lebih kompetitif. ‘’Inilah yang kemudian menjadi program strategis baik pada periode Pemerintahan 2011-2016 maupun periode Pemerintahan 2016-2021,’’ungkapnya sambil merinci Program Strategis dimaksud yakni; Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Pelalawan Makmur, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif.

 ‘’Hal tersebut dilakukan dalam upaya komersialisasi hasil riset dan pengembangan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Pengembangan PPBT dan UMKM berbasis teknologi di Kabupaten Pelalawan merupakan target utama di dalam RPJMD 2016-2021,’’ungkapnya.

Selain itu Bupati  juga merincikan, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Pelalawan semakin menurun. Dimana saat ini sebesar 10,25 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni sebesar 10,78 persen. Tak hanya itu, tingkat Pengangguran Terbuka penduduk Kabupaten Pelalawan saat ini sebesar 3,55 persen menurun jauh dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar 5,64 persen dan juga berada jauh di bawah rata-rata Tingkat Pengganguran Terbuka Provinsi Riau yakni 6,22 persen.

 Meningkatnya ekonomi juga sambung Bupati HM Harris ditunjukkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pelalawan meningkat dari angka 69,82 menjadi 70,59 dan masuk kategori tinggi di Provinsi Riau. ‘’Tingginya IPM Kabupaten Pelalawan didukung oleh peningkatan kinerja indikator pembentuk,’’paparnya sambil menyebutkan indicator pembentuk antara lain usia harapan Hidup, terus meningkat dari 70,39 tahun 2016 menjadi 70,54 tahun pada tahun 2017, rata-rata Lama Sekolah tahun 2016 sebesar 8,18 naik menjadi 8,19 pada tahun 2017, angka harapan lama sekolah tahun 2016 sebesar 11, 68 naik menjadi 11,89 pada tahun 2017.

    ‘’ Pengeluaran per kapita riil penduduk Kabupaten Pelalawan terus mengalami peningkatan dari Rp. 11,641 Juta pada tahun 2016 menjadi Rp. 11,725 Juta pada tahun 2017,’’terangnya. Lebih lanjut, Bupati menekankan, pada sektor Pertanian Pelalawan semakin berhasil meningkatan produksi dan produktivitas padi, produksi dan produktivitas peternakan, perikanan dan perkebunan. ‘’Produktivitas padi saat ini sudah mencapai 5,20 ton per hektar dari sebelumnya 4,46 ton per hektar,’’ujarnya.

     Pada Bidang Pendidikan, Pemkab Pelalawan ujar Bupati terus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, baik itu pembangunan Ruang Kelas Baru, penambahan meubelur serta sarana pendukung lainnya, dan kita semakin berhasil memperbaiki mutu pembelajaran . Begitu pula pada Bidang Kesehatan. Pemkab Pelalawan akan terus berkomitmen mewujudkan masyarakat yang sehat menuju Pelalawan Emas. Buktinya,  di mana dari 14 Puskemas di Kabupaten Pelalawan ada 6 Puskesmas yang telah berhasil meraih sertifikat akreditasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI. Ke enam Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ukui, Puskesmas rawat jalan Kecamatan Pangkalan Kerinci I, 13 Puskesmas Kecamatan Langgam, Puskesmas Kecamatan Pangkalan Lesung, Puskesmas Kecamatan Bunut dan Puskesmas Kecamatan Pangkalan Kuras 1.

     ‘’Dengan adanya kelulusan akreditasi 6  Puskesmas di Pelalawan ini, membuktikan bahwa Program Pelalawan Sehat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan baik itu jumlah, standar dan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Pelalawan telah diakui secara nasional. Ke depannya, ditargetkan seluruh puskesmas di Kabupaten Pelalawan akan memiliki akreditasi,’’ucap Harris berharap. 

Upaya penyehatan lingkungan semakin diintensifkan, lanjut Bupati. Terutama penguatan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan mendapatkan suntikan anggaran yang cukup besar, dari pemanfaatan dana bagi hasil reboisasi, sebagaimana petunjuk dan arahan 14 dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Atas upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan selama ini, Pemda Pelalawan masuk 12 besar Nominasi Penerima Nirwasita Tantra Award dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. ‘’Kabupaten Pelalawan merupakan satu-satunya Kabupaten yang masuk nominasi tersebut. Penghargaan Nirwasita Tantra Award diberikan oleh pemerintah Pusat kepada Kepala daerah yang dalam kepemimpinannya berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai dengan prinsip metologi pembangunan berkelanjutan,’’teran Bupati.

   Selain itu, pada Sektor Pertanian yang merupakan turunan dari Program Pelalawan Makmur menurut Bupati semakin berhasil meningkatan produksi dan produktivitas padi, produksi dan produktivitas peternakan, perikanan dan perkebunan. Produktivitas padi saat ini sudah mencapai 5,20 ton per hektar dari sebelumnya 4,46 ton per hektar.

     Progam Unggulan Pelalawan Eksotis sambung Bupati, Pemkab terus melakukan pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarana Wisata Bono dan ada juga objek wisata lainnya, seperti objek eko wisata Danau Tajwid. Khusus untuk pengembangan Eko Wisata Danau Tajwid. Jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Pelalawan semakin meningkat baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, bahkan Even Wisata Festival Bekudo Bono sudah masuk Kalender Wisata Nasional.

Ditengah berkurang anggaran lanjutnya, Pemkab Pelalawan berhasil merangkul pihak swasta. Kepedulian dunia usaha di Kabupaten Pelalawan terhadap kondisi dan permasalahan pembangunan di daerah ini justru semakin membaik. Berbagai program CSR sudah mulai sinkron dengan program Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD. Dan bahkan, jumlahnya pun sudah semakin meningkat. Fokusnya antara lain Pembangunan Insfrastruktur Pendidikan, Kesehatan, Perhubungan, Pertamanan, dan Ruang Terbuka Hijau serta Beasiswa bagi mahasiswa ST2P. ‘’Bahkan  kita sudah menetapkan Peraturan Daerah mengenai CSR, yang diharapkan menjadi regulasi untuk memperkuat peran serta dunia usaha dalam pembangunan Kabupaten Pelalawan yang lebih maju lagi di masa yang akan datang,’’pungkasnya.(adv).

 

Komentar Via Facebook :