https://www.superriau.com/

Pengukuhan Batin Gasib V Tetap Sesuai Prokes Kesehatan. Ini Kata Alfedri

Pengukuhan Batin Gasib V Tetap Sesuai Prokes Kesehatan. Ini Kata Alfedri

SIAK. Superriau.com - Bupati Siak Alfedri menghadiri acara Pengukuhan Batin Gasib V di aula Kantor Camat lama Tualang, Selasa (25/8/2020). Dikesempatan itu Alfedri didampuk untuk memasangkan Tanjak kepada Batin Gasib V HM Yazid Gidang sebelum dikukuhkan oleh Batin Gasib ke IV Yahya Gidang. Kemudian selanjutnya Batin Gasib ke IV Yahya Gidang mengukuhkan Batin Gasib V HM Yazid Gidang. 

“ Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan Tahniah dan turut berbahagia atas Pengukuhan Batin Gasib V. Tentunya ini sudah bersandarkan sarak, dan sudah berdasarkan adat. Mudah-mudahan Batin Gasib yang ke V ini bisa menjalankan amanah dengan baik ” kata Alfedri.

Alfedri bilang, semua ini adalah kekayaan khasanah adat istiadat yang sudah berkembang dari dulunya. Sehingga ini sangat menarik untuk di sosialisasikan ataupun diperbincangkan. 

“ Kedepan akan kita usahan bagaimana untuk merumuskan bagaimana kedudukan sejarah, fungsi dan peran dari masing-masing kebatinan ini ” ucapnya.

“ Apakah Batin Gasib ini ada hubungannya dengan kerajaan Gasib? Dan kemudian bagaiamna duduk persoalannya dengan kerajaan Siak? Tentunya ini sangat menarik untuk kita diskusikan bersama” sebut Alfedri lagi.

Hal ini lanjutnya, menjadi bahan masukan dan pertimbangan. Kemudian dengan pengukuhan Batin Gasib ke 5 akan memberi manfaat bagi anak, kemenakan, dan cucu tahu akan sejarah yang tetap mempertahankan dan melestarikan adat istiadat ini. Sehingga diharapkan bisa melindunginya, mengembangkannya dan bermanfaat bagi kebatinan lainnya, serta masyarakat luas.

“ Kita berharap Kebatinan ini menjadi mitra pemerintah untuk menata pembangunan kebudayaan melayu di Riau pada umumnya dan di khususnya Kabupaten Siak ” pinta mantan Camat Tualang ini.

Asisten III Prov Riau Syahrial Abdi, menceritakan sejarah singkat Batin Gasib yang diambil dari buku yang berjudul Sejarah Riau. Dalam buku ini tertulis bahwa Batin dan orang kaya yaitu orang yang mengepalai suku asli. Jabatan ini turun temurun. Batin juga mempunyai hutan tanah ulayat.

“ Apa yang menjadi tujuan kita pada hari ini, terang benderang bahwa ini bagian dari sejarah. Bagian dari pengayaan adat istiadat yang ada di provinsi Riau dan terkhusus di kabupaten Siak ini” jelas Syahrial.

Ia menuturkan bahwa seorang Batin dibantu oleh tiga orang, yaitu Tongkat membantu batin dalam urusan yang menyangkut kewajiban-kewajiban terhadap sultan. Kemudian Monti membantu batin dalam urusan adat dan yang ketiga adalah Antan-Antan tugasnya membantu batin yang sewaktu-waktu dapat mewakili Tongkat dan Monti kalau keduanya berhalangan.

Secara panjang lebar Syahrial menuturkan bahwa pada masa pemerintahan raja Kecik, terdapat beberapa perbatinan di sepanjang aliran sungai Siak. Yaitu, Perbatinan Gasib, Perbatinan Senapelan, Perbatinan Segaleh, Perbatinan Perawang. Serta ada perbatinan lainnya serperti Batin Pandan, Batin Tenayan, Batin Minas, dan Batin Dolik.

Sementara di sebelah selatan kuala sungai Siak ada perbatinan Sakai dan perbantinan Pertalangan. Kemudian perbatinan di pulau-pulau seperti perbatinan Tebing Tinggi, Senggoro, Merbau dan Rangsang.

Batin Gasin yang pertama yaitu Gidan diangkat oleh Sultan Siak pada tahun 1922 (1922-1934). Selanjutnya jabatan Batin diturunkan pada anaknya yang bernama Jamin yang pada waktu itu menjabat sebagai Tongkat Batin (Ojung Pelawan) pada Batin I. Karena beliau sudah tua dan tidak sanggup untuk menjalankan tugas sebagai Batin, maka jabatan batin diturunkan kepada anak kemenakannya yang bernama Gidang.

Gidang diangkat menjadi Batin ke 2 dari tahun 1934 hingga 10 April 1981. Karena Batin Gidang meninggal dunia jabatan selanjutnya diturunkan kepada anaknya yang bernama M Ali Gidang dari tahun 1981 hingga tahun 2003. Selanjutnya jabatan batin diturunkan kepada abang kandungnya Yahya Gidang melalui penunjukan anak kemenakan Batin Gasib yang mulai menjabat dari 21 Februari 2003 – tahun 2018. Karena sudah tua jabatan batin diserahkan kepada adik kandungnya yang bernama HM Yazid Gidang mulai menjabat 22 Juni 2018 hingga sekarang.

Dikesempatan itu Bupati Siak dan para petinggi negeri menandatangani berita acara Pengukuhan dan melakukan tepung tawar kepada Batin Gasib yang baru. Tampak hadir Perwakilan dari LAM Riau, LAMR kabupaten Siak, Sejarawan Riau, tokoh masyarakat, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Siak, Sekcam Tualang dan pimpinan organisasi sosial masyarakat.

Komentar Via Facebook :