oleh

Tiga Desa Wisata Terbaik di Riau Dapat Penghargaan dari Gubri

 Pengembangan sektor pariwisata terus menjadi perhatian ekstra. Salah satunya diwujudkan dengan pengembangan potensi pariwisata sampai ke pelosok desa.

Dalam implementasinya, Dinas Pariwisata Riau telah memilih 3 desa wisata terbaik Bumi Lancang Kuning. Desa tersebut meliputi Desa Aliantan, Kabupaten Rokan Hulu, Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, dan Kampung Buatan Lestari, Kabupaten Siak.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman menilai, pengembangan wisata sampai ke desa memberikan nilai positif. Hal ini berperan meningkatkan kapasitas pengelola dan masyarakat desa wisata, agar mampu meningkatkan dan mengembangkan desa wisata.

“Hal ini juga bagian dari implementasi dari sinergi program pengembangan desa wisata. Untuk penilaiannya melibatkan 3 orang dewan juri, melibatkan akademisi, praktisi pariwisata dan unsur pemerintah,” paparnya, Selasa (13/8/2019).

Untuk pemilihan desa wisata terbaik tersebut juga menggunakan metode dan spesifikasi yang terukur. Misalnya metode yang digunakan dewan juri ketika melakukan penilaian, diantaranya, administrasi, tata kelola, jejaring serta pola promosinya dan faktor penunjang wisata lainnya.

Dalam tahapan penilaian tersebut, juara pertama diraih Desa Aliantan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Juara terbaik 2 Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar. Sedangkan juara terbaik 3 Kampung Buantan Lestari, Kabupaten Siak.

Untuk pemenang terbaik pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah. Kemudian juara kedua mendapat 7 juta rupiah, terakhir ke 3 mendapat 5 juta rupiah. 

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dispar Riau Yul Achyar menambahkan, kegiatan lomba wisata dilaksanakan bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat desa wisata supaya lebih siap ketika menerima wisatawan di daerahnya.

“Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dan masyarakat desa wisata, agar mampu meningkatkan dan mengembangkan desa wisata. Sebagai implementasi dari sinergi program pengembangan desa wisata,” kata Yul Achyar.

Hal senada juga disampaikan, Wakil Sekjen HPI (Himpunan Pramuswista Indonesia) Osvian Putra, selaku salah satu dewan juri. Ia mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk melihat perangkat desa bisa mengidentifikasi potensi desanya untuk dijadikan sebagai objek atau event wisata.

“Ujungnya nanti objek dan event itu bisa menjadi
yang pada akhirnya bisa menghidupi warga desa dari sektor pariwisata,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru