oleh

Dianggap Menyepelekan Pemerintah Kabupaten Siak, Komisi IV Dprd Siak Akan Hearing dengan Chevron

SIAK.Superriau.Com –
Ketua Komisi IV DPRD Siak, H. Ismail Amir, SH akan segera melakukan Hearing dengan Pihak PT. Chevron. Hearing ini menurut Anggota Legislatif asal Kec. Tualang ini terkait karena dari sekitar 70-an Sub Kontraktor PT. Chevron, hingga kini hanya sekitar 15 Sub Kontraktor saja yang melapor ke Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) Kab. Siak.

Selanjutnya, menurut Ketua Komisi IV DPRD Siak. ” PT. Chevron sebagi Owner semacam menyepelekan Pemerintah Kab. Siak. Sementara wilayah kerjanya sebagian besar di wilayah kita, seharusnya Perusahaan yang sudah bertaraf Internasional ini tidak melakukan hal seperti ini alias hanya memperlihatkan Arogansinya saja. “Ini tak semestinya dilakukan oleh Pihak PT. Chevron, lihat saja, dalam waktu dekat ini kami sebagai Wakil masyarakat akan melakukan pemanggilan terhadap Pihak PT. Chevron, akan kami undang mereka secara resmi.” terang nya kepada awak media senin ( 12/03/18 ) di Tualang – Perawang.

Tambah nya lagi ” Beberapa waktu yang lalu kami telah membuat surat agar dapat melewati jalan By Pass mereka, ternyata bukan Pass izin resmi yang mereka keluarkan melainkan VISITOR (Pass sebagai tamu atau ubtuk Mahasiswa Magang), sehingga setiapkali melewati jalan itu kami pun Anggota DPRD masih juga diberhentikan oleh Security mereka.” kata Pak Ismail menjelaskan.

Masih menurut Pak Ismail, sampai saat ini lampu PLN yang melintasi Area mereka di Kampung Minas Barat yang merupakan Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan dengan Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, ketika Pihak PLN akan memasang tiang, Pihak PT. Chevron membuat surat ke Pihak PT. PLN, agar minimal 15 – 20 meter harus dijauhkan dari pipa mereka, sementara jarak segitu sudah merupakan daerah lembah dan rawa, makanya sampai sekarang Kampung Minas Barat belum mardeka karena belum dialiri arus PLN. Anehnya, tiang listrik mereka malah berdiri persis diatas pipa tersebut.

” Parah Pak, wajarlah kalau kemarin DPRD Provinsi Riau sampai mengeluarkan statemen di media, pada tahun 2021 begitu kontrak PT. Chevron berakhir, ini akan diambil alih dan dikelola oleh Perusahaan lokal. Soal ini, saya sangat setuju dan mendukung sekali.” tegasnya. (Op/Fh )

Komentar

Berita Terbaru