oleh

APBD Riau 2018 Disahkan Sebesar Rp10,09 Trilliun

Pekanbaru,Superriau.  DPRD Riau Akhirnya men Syah kan APBD 2018 sebesar Rp 10,9 Triliun.Setelah melalui pembahasan panjang selama beberapa pekan terakhir, Rabu (29/11/2017).

Rapat yang di pimpin oleh wail ketua Sunaryo dan di hadiri 45 anggota DPRD serta tamu undangan lain nya berjalan lancar,walau ada interupsi.

”Angkanya berkisar Rp10,09  triliun atau devisit sebesar Rp1,99 triliun dari usulan pemerintah yang diajukan kepada DPRD oleh Pemprov Riau.

Belanja langsung diperhitungkan sebesar Rp4,3 triliun, sedangkan sisanya sebesar 5,7 triliun diperuntukkan untuk belanja tidak langsung.

Sementara itu, total asumsi penerimaan daerah (PAD) diperkirakan sebesar Rp3 triliun, serta dana perimbangan sebesar Rp5 triliun.
Pada kesempatan itu, Aherson juga menyebutkan, selain untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp30 persen anggaran untuk sektor pendidikan serta 10,1 persen di bidang kesehatan.
”Detailnya silahkan nanti diikuti pada Paripurna Pengesahan ya,” kata dia.

Jika dibandingkan APBD murni Riau tahun 2017 sebesar Rp 10.397.723.223.518, atau terjadi penurunan sebanyak 306. miliar.

Angka tersebut, sebagaimana laporan yang dibacakan, disebutkan mengalami devisit sebesar Rp1,99 triliun dari usulan pemerintah yang diajukan kepada DPRD.Pada APBD 2018, pemerintah mengajukan Belanja langsung sebesar Rp4,3 triliun, sedangkan sisanya sebesar 5,7 triliun diperuntukkan untuk belanja tidak langsung.Pada APBD tersebut, pemerintah menetapkan  asumsi penerimaan daerah  melalui PAD sebesar Rp3 triliun, serta dana perimbangan sebesar Rp5 triliun. Sidang paripurna DPRD dipimpin oleh Wakil Ketua dr. Sunaryo dan dihadiri puluhan anggota DPRD.

Dalam kesempatan itu, Sunaryo memaparkan beberapa kebijakan anggaran yang telah disepakati mengacu pada peraturan Mendagri tentang penyusunan anggaran. Salah satunya, disebutkan dia adalah terkait anggaran sektor pendidikan yang diperhitungkan mencapai 30 persen atau hampir mencapai Rp3 triliun.

Sementara untuk bidang kesehatan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar 10,1 persen.”Dua sektor itu sudah memenuhi ketentuan, sesuai mandatory,” kata Sunaryo.Dalam APBD 2018, pemerintah Provinsi Riau dipastikan terbebas dari kewajiban pembayaran hutang kepada rekanan terkait tunggakan pembayaran pembangunan main stadium. ”Sudah tidak ada lagi itu, sudah luas. itu sudah clear pada APBD perubahan,” kata anggota Banggar, Aherson.

Hanya saja, diakui dia, pada APBD 2018 yang sarat dengan keterbatasan anggaran, pemerintah masih akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan prasarana perkantoran untuk instansi vertikal.Kita akan bangun kantor bersama untuk Kementerian Pekerjaan Umum. Selama ini kantor mereka kan tidak jelas dimana, kasihan kalau pindah-pindah, jadi pemerintah mengalokasikan lahan dan anggaran untuk membangun kantor sendiri di Riau. Aherson sendiri tidak menyebutkan secara rinci dimana lokasi dari perkantoran tersebut dan berapa besar kebutuhan anggarannya.

Tentunya ini akan menambah besar alokasi anggaran pemerintah untuk pembangunan kantor instansi vertikal, setelah sebelumnya pemerintah Provinsi Riau juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kantor Mapolda Riau.
Sementara disinggung tentang pembangunan ruas jalan di daerah Kuntu yang menjadi jalur alternatif Riau-Sumbar di Kampar Kiri Hulu, Aherson mengaku pihaknya tidak mengetahui persis.

Komentar

Berita Terbaru